Kali ini zarkasi.com akan membahas ilmu yang banyak dicari diantaranya adalah cara menghitung ph larutan penyangga,cara menghitung ph larutan campuran,cara menghitung ph larutan hcl 0.01 m,Cara Menentukan PH Larutan Dengan Indikator Universal,cara menghitung ph larutan garam,cara menghitung ph larutan hcl 0 1m,cara menghitung ph larutan asam sulfat,cara menghitung ph larutan semula,cara menghitung ph larutan nh3,cara menghitung ph larutan naoh 0 1m,cara menghitung ph larutan h2so4, nah dari semua yang dicari diatas, saya akan membahas tuntas tentang materi diatas,
Identifikasi asam, basa, dan garam dapat dilakukan dengan mnggunakan indikator. Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami.

Identifikasi asam, basa, dan garam dapat dilakukan dengan mnggunakan indikator. Indikator yang dapat digunakan adalah indikator asam basa. Indikator adalah zat-zat yang menunjukkan indikasi berbeda dalam larutan asam, basa, dan garam. Cara menentukan senyawa bersifat asam, basa, atau netral dapat menggunakan kertas lakmus dan larutan indikator atau indikator alami.
Identifikasi Asam, Basa, dan Garam
Berikut adalah beberapa cara menguji sifat larutan.
Identifikasi dengan Kertas Lakmus
Warna kertas lakmus dalam larutan asam,
larutan basa dan larutan bersifat netral berbeda. Ada dua macam kertas
lakmus, yaitu lakmus merah dan lakmus biru. Sifat dari masing-masing
kertas lakmus tersebut adalah sebagai berikut.
- Lakmus merah dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
- Lakmus biru dalam larutan asam berwarna merah dan dalam larutan basa berwarna biru.
- Lakmus merah maupun biru dalam larutan netral tidak berubah warna.
Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Buatan
Indikator buatan sering disebut
indikator universal. Indikator universal berupa kertas yang mengandung
bahan tertentu. Indikator ini dapat berubah warna tertentu sesuai
tingkat keasaman atau kebasaan zat. Perubahan warna terjadi ketika
indikator dicelupkan ke dalam asam atau basa. Indikator universal dapat
digunakan untuk menentukan asam, basa, atau garam, sekaligus nilai
pH-nya.
Cara menentukan pH dengan mencelupkan
kertas indikator universal ke dalam larutan yang diuji. Perubahan warna
pada kertas indikator universal dicocokkan dengan kertas warna pada
kemasan. Warna indikator menyatakan nilai pH.
Indikator-indikator di atas hanya
menunjukkan perubahan warna tanpa menunjukkan harga pH (tingkat keasaman
atau kebasaan yang tepat). Jadi, harga pH hanya perkiraan sesuai trayek
pH-nya.
Oleh karena itu, sekarang ini digunakan
pH-meter. pH-meter yaitu alat yang dapat menunjukkan pH suatu zat secara
langsung. Alat ini lebih akurat dan mudah daripada menggunakan
indikator lainnya. pH-meter menggunakan elektroda yang dihubungkan
dengan skala pH-meter seperti gambar berikut. pH-meter dapat digunakan
untuk mengukur pH tanah, air sungai, dan berbagai jenis larutan.
pH menyatakan ukuran tingkat keasaman
atau kebasaan suatu zat. pH mempunyai skala dari 1 hingga 14. Zat yang
bersifat asam mempunyai pH kurang dari 7. Semakin kuat tingkat keasaman
zat, nilai pH-nya semakin rendah. Zat dengan pH = 1 mempunyai sifat yang
sangat asam, misalnya asam klorida. Zat dengan pH = 7 dikatakan
mempunyai pH netral. pH netral berarti tidak bersifat asam maupun basa,
contohnya air murni. Sebaliknya, zat yang bersifat basa mempunyai pH di
atas 7. Semakin kuat tingkat kebasaan suatu zat, nilai pH-nya semakin
tinggi. Zat dengan pH = 14 bersifat sangat basa, misalnya natrium
hidroksida (NaOH).
Identifikasi Larutan Asam dan Basa Menggunakan Indikator Alami
Percobaan yang telah kita lakukan adalah
mengidentifikasi suatu larutan bersifat asam, basa atau netral dengan
menggunakan kertas lakmus. Adakah cara lain untuk mengidentifikasi suatu
larutan? Ada beberapa cara yang dapat kita lakukan sendiri di rumah,
yaitu dengan menggunakan indikator alami.
Berbagai bunga yang berwarna atau tumbuhan, seperti daun, mahkota
bunga, kunyit, kulit manggis, dan kubis ungu dapat digunakan sebagai
indikator asam
basa. Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.
basa. Ekstrak atau sari dari bahan-bahan ini dapat menunjukkan warna yang berbeda dalam larutan asam basa.
Sebagai contoh, ambillah kulit manggis,
tumbuklah sampai halus dan campur dengan sedikit air. Warna kulit
manggis adalah ungu (dalam keadaan netral). Jika ekstrak kulit manggis
dibagi dua dan masing-masing diteteskan larutan asam dan basa, maka
dalam larutan asam terjadi perubahan warna dari ungu menjadi cokelat
kemerahan. Larutan basa yang diteteskan akan mengubah warna dari ungu
menjadi biru kehitaman.
Dari uraian diatas dapat kita ketahui bahwa indikator-indikator yang dapat kita gunakan untuk mengidentifikasi asam, basa dan garam yaitu indikator dengan kertas lamus indikator buatan dan indikator alami. Dari indikator tersebut diatas secara sederhana kita dapat melihat perubahan warna yang ada, sehingga kita dapat melakukan identifikasi asam, basa dan garam.
Itulah diatas Cara Menentukan PH Larutan Dengan Indikator Universal semoga materi diatas memuaskan,,
Cara Cepat Menentukan PH Larutan Dengan Indikator Universal
4/
5
Oleh
Abdullah